Camat Kedokan Bunder, Atang Suwandi

INDRAMAYU (pelitaindo.news) – Salah satu penyebab inflasi sering datang dari bahan makanan baik itu pertanian maupun peternakan. Kelangkaan daging karena stock dari peternak minim akan mengakibatkan harga daging melonjak tajam.

Agar stok kebutuhan daging tersedia, berbagai pihak terus berupaya memenuhinya dengan memperbanyak stok ternak jelang Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha mendatang.

Seperti yang dilakukan para peternak di Desa Cangkingan Kecamatan Kedokan Bunder, mereka ingin berkontribusi dalam menekan laju inflasi daerah dengan terus mengisi kandang-kandang ternak dengan sapi untuk dilakukan penggemukan sehingga pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha mendatang stok daging/ternak melimpah.

Camat Kedokan Bunder, Atang Suwandi menjelaskan, ketersediaan sapi dan daging sangat mempengaruhi laju inflasi daerah. Ternak sapi dari Desa Cangkingan menjadi magnet bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan daging. Hal ini bisa dilihat dari ludesnya sapi dari Desa Cangkingan pada tahun 2022 lalu.

“Hari ini kita cek langsung ketersediaan ternak di Desa Cangkingan. Selain untuk memenuhi kebutuhan daging, keberadaan ternak sapi juga bisa menekan laju inflasi daerah,” kata Camat Atang, Senin (27/3/2023).

Sementara itu Kuwu Cangkingan, Didi Wahyudi menegaskan, para peternak di desanya terus berupaya untuk memenuhi ternak sapi mencapai 1000 ekor. Jumlah tersebut untuk menyamakan stok ternak seperti tahun 2022 lalu.

Dengan melakukan penjualan secara online dan konvensional (tatap muka) langsung, para peternak di Desa Cangkingan telah mendapatkan manfaat dari konsep Lebu Digital (Le-Dig) atau Desa Digital.

“Alhamdulillah pada tahun lalu para peternak Desa Cangkingan mendapatkan berkah karena ternaknya diserbu pembeli baik dari Kabupaten Indramayu maupun luar daerah. Kita ingin mengulang hal itu bahkan kita tingkatkan,” kata Kuwu Didi. (Herman/Tongol)