Beranda Nasional PEMBAIATAN LEMBAGA PCNU BREBES

PEMBAIATAN LEMBAGA PCNU BREBES

Ketua Tanfidziyah KH. Sholahudin Masruri (kiri) memberikan SK kepada Ketua LPTNU H. Dr. Masfuri

BREBES (Aswajanews.id) – PC NU Brebes, Rabu (28/12/22) melakukan persiapan pengukuhan lembaga NU yang ada di Pengurus Cabang NU Brebes, di Gedung PC NU jalan Yosudarso No. 36. yang dihadiri PC NU, Rois Syuriah, Tanfidziyah dan sekertarisnya.

Rapat lembaga NU dan PC NU juga memberikan SK kepada sepuluh lembaga yaitu LP Maarif, LBM, LBPI, LDNU, LPWNU, Lakpesdam,Lazisnu

LPTNU, Lesbumi dan RMI, sedangkan yang lain akan menyusul, ujar Zainuddin selaku sekretaris Tanfidziyah PC NU Brebes.

Sebelum lembaga-lembaga tersebut menerima SK, terlebih dahulu ditanyakan kesiapan untuk berhidmah di NU oleh Rois Syuria.

Selanjutnya ketua Tanfidziyah NU Gus Solah mengatakan, dalam sambutannya, bahwa dalam berorganisasi di NU diniati untuk komitmen likhidmatul ulama dan ummat. Semua yang ada dalam struktur NU adalah sejajar untuk khidma pada ulama.

“Kita tidak mengetahui siapa yang mulya dihadapan Allah Swt. Menjadi orang yang ikhlas. Kemulyaan dan keikhlasan dalam berjuang inilah pangkat yang tertinggi,” ujarnya.

Hal yang sama disampaikan oleh K.H. Hudallah, Rois Syuriah PC NU Brebes dihadapat para ketua dan sekretaris lembaga NU Brebes, beliau mengatakan. Kehadiran di gedung NU dalam rangka berkhidmat dibawa PCNU Brebes. Sehingga diperlukan kekompakan dan loyalitas yang kuat dalam berorganisasi.

Gus Huda pun mengingatkan kembali, bahwa dalam satu organisasi membutuhkan seorang supir yang menjalankan roda organisai dan hanya ada satu, walaupun penumpangnya lebih dari satu.

“Ada kemungkin supirnya lebih bodoh dari penumpang. Namun tetap saja yang memegang stir adala seorang supir. Kalau saja supirnya ugal-ugalan penumpang hanya mengingakan atau silahkan mufarokah,” ujarnya.

Sepinter apapun makmun harus mengikuti imam. Setiap lembaga yang menjalankan kegitannya harus mendapatkan sepertujuan pimpinan (pengurus harian), bukan hanya sekeder sepengethauan ataupun pemberitahuan ke PC saja. Sifat PC tidak hanya mengamini saja. Pungkas Gus Huda.

Fungsi kontrol dari PC untuk meminimalkan terjadi perpecahan antar pengurus, banom dan lembaga. Agar terjadi tatanan organisasi, keagamaan, sosial dan kemasyakat yang baik.

Lukmanrandusanga (30/12/22)

Artikulli paraprakHAB Kemenag ke-77, Masih Ada Diskriminasi di Kanwil Kemenag Jabar
Artikulli tjetërPotret Jawa Barat dalam Bingkai Masjid Al Jabbar Gedebage Bandung

Terima kasih atas Koemntar Anda. Ikuti terus kontens portal ini.