Amirudin, Ketua Forum Komunikasi PKBM Kabupaten Indramayu

INDRAMAYU (Pelitaindo.news) – Ketua Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Kabupaten Indramayu Jawa Barat, Amirudin berikan tanggapan terkait  keberadaan  sejumlah PKBM yang diduga  memanipulasi data peserta didik serta, hanya memiliki SK Izin Penyelenggaraan namun tidak jelas keberadaannya. Ia juga sekaligus meminta maaf atas  ucapannya kepada publik, seperti yang diberitakan sebelumnya, adanya ancaman kepada pihak koran Intijaya, pada Rabu (01/03/2023).

Sebelumnya, bahwa informasi yang dihimpun sejumlah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Kabupaten Indramayu diduga memanipulasi data peserta didik guna memperoleh bantuan operasional pendidikan kesetaraan yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi. Bahkan, beberapa PKBM disinyalir hanya memiliki SK Izin Operasional Penyelenggaraan yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat, tetapi tidak jelas keberadaannya warga belajarnya.

Ketua Forum Komunikasi PKBM Kabupaten Indramayu, Amirudin menegaskan, bahwa pihaknya akan berkomunikasi dengan bidang terkait untuk membereskan adanya dugaan sejumlah PKBM fiktif.

“Infokan saja ke kita ya mas, dimana saja yang fiktif dan kita bakal bereskan, dan tentu kita  komunikasi dengan kepala bidang yang menangani,” tegasnya saat meminta klarifikasi kepada awakmedia, Rabu (01/03/2023) di sebuah warung dekat Kantor Desa Dukuh, Indramayu.

Apabila nanti ditemukan PKBM fiktif, kata dia maka mereka wajib mengembalikan dana bantuan yang telah diterima. Serta tentunya pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat, akan meminta pertanggungjawaban penilik yang diberikan mandat untuk melakukan pembinaan serta supervisi atau pengawasan.

“Ya pengembalian, Saya kira itu saja. Barangkali ada temuan atau kejanggalan dilapangan nanti saya informasikan, PKBM ini kendalanya seperti ini – PKBM ini ke, Dan nanti akan menjadi bahan obrolan dengan pak Kabid. Tentunya, Pak Kabid akan mengundang peniliknya, tentang sejauh mana penilik ini dalam pembinaannya karena sebagai supervisor,” imbuhnya.

Sementara itu, Amirudin menyampaikan permintaan maaf kepada awakmedia atas bentuk ancaman yang disampaikan pada beberapa pekan lalu. “Saya juga mengundang mas untuk menyampaikan permintaan maaf secara pribadi atas perkataan yang kemarin, dikarenakan istri saya sedang sakit dan saya panik sehingga mengeluarkan kata-kata yang tidak enak,” ungkapnya. (Sanaji)