SMP Negeri 4 Sindang, Jl. Murahnara No. 4 Panganjang, Kec. Sindang, Kabupaten Indramayu. (Foto: Sanaji)

INDRAMAYU (Pelitaindo.news) – Pasca diberitakan sejumlah media terkait penggalangan dana kepada siswa yang dilakukan untuk kegiatan perpisahan, Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 Sindang, Kabupaten Indramayu  Sudarwati berikan keterangan mengejutkan.

Dalam pernyataan tertulis, Sudarwati menyampaikan telah membatalkan kegiatan perpisahan dan uang yang sebagian telah terkumpul akan dikembalikan secara seutuhnya.

Berikut isi pernyataan tertulis yang disampaikan oleh Kepala SMPN 4 Sindang, Sudarwati kepada media Pelitaindo,news, Selasa 21 Maret 2023 :

Kami semua sepakat bahwa kegiatan Perpisahan di SMPN 4 Sindang DIBATALKAN, uang siswa yg sebagian sdh dikumpulkan akan dikembalikan 100%.

Dalam pemberitaan sebelumnya, tentang Penggalangan Dana Kegiatan Perpisahan di SMPN 4 Sindang Kabupaten Indramayu, Jawa Barat terhadap siswa akhir masa pembelajaran, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat berikan pertanyaan tegas kepada kepala sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan (Plt), Dra. Iin Indrayati, M.Si melalui Kepala Bidang Pembinaan SMP Eti Herawati, M.Si menegaskan, penggalangan dana yang dilakukan oleh pihak SMPN 4 Sindang melalui komite tidak ada koordinasi dengan pihak dinas.

Menurut ia hanya menyampaikan bahwa hanya sebatas kegiatan perpisahan dilakukan didalam sekolah namun, bukan memperbolehkan pihak sekolah melakukan penggalangan dana. Hal tersebut berdasarkan Surat Edaran Bupati Indramayu.

“Dinas menegaskan bahwa itu tidak ada koordinasi, jadi mohon untuk diralat,” ujar Eti Herawati.

Eti Herawati menambahkan, bahwa segala urusan penggalangan dana itu sekolah tidak boleh dilibatkan. Apalagi berkaitan dengan keuangan sepenuhnya menjadi urusan komite.

“Intinya sekolah tidak boleh dilibatkan. Apalagi berkaitan dengan keuangan,” jelasnya, Selasa (21/03/2023) kepada awakmedia.

Diberitakan sebelumnya, Dugaan Praktik “Pungli” Terjadi di SMP Negeri 4 Sindang, yang melakukan penggalangan dana kepada siswa yang jumlahnya ditentukan untuk kegiatan perpisahan tahun ajaran 2022/2023, kepada kelas lX.

Ikhwal informasi diperoleh tim pelitaindo,news, Senin (20/03/2023) dari sejumlah orangtua siswa kelas IX yang mengeluh dengan mahalnya biaya untuk kegiatan tersebut. Untuk nominal, ditentukan oleh pihak sekolah sebesar Rp 600.000.

Fakta menarik, bahwa menurut beberapa wali murid atau siswa kelas lX, bahwa siswa yang mendapat Bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) kemudian belum membayar kegiatan tersebut maka, dilakukan pemotongan.

Kepala SMPN 4 Sindang Sudarwati didampingi Yulianto juga Ketua Komite Nurhadi membenarkan, lembaga melakukan penggalangan dana yang dilakukan oleh lembaganya untuk kegiatan perpisahan sekolah.

“Saya kira perlu, kan kegiatan perpisahan itu agenda sekolah dan agenda sekolah tidak boleh serampangan, nah kami bekerja bersama komite dan berkait dengan ini saya kira yang lebih tepat yang menjawab adalah komite,” ungkapnya, Selasa (21/03) di ruangan kerjannya.

Di lain sisi, Sukmahadi selaku Ketua Komite mengatakan, bahwa kegiatan perpisahan sekolah itu sudah dilakukan rapat dan setujui oleh perwakilan orang tua. Kata dia, bahwa sebelumnya bukan hanya perpisahan saja dibahas melainkan adanya kegiatan Pramuka, kemah lalu Study tour.

“Jadi, ini sudah dilakukan persetujuan saat rapat bersama perwakilan orang tua siswa dan ketika ada yang tidak mampu maka subsidi silang yang artinya, ketika engga mampu engga usah bayar,” jelasnya.

Sukmahadi menambahkan, pihak komite tidak tahu menahu terkait adanya pemotongan Bantuan PIP. “Adapun misal adanya masalah lain- lain terkait pemotongan saya tidak tahu-menahu,” tegasnya.

Sementara, Sudarwati mengakui bagi siswa yang belum membayar atau melunasi kegiatan perpisahan disarankan menggunakan dana Bantuan Program Indonesia Pintar.

“Uang PIP diberikan pemerintah untuk menunjang kegiatan belajar siswa. Sehingga, anak-anak yang belum melunasi kegiatan perpisahan, ketika mendapatkan PIP kita sarankan. Uang kita berikan semua secara tegas. Dan, kegiatan perpisahan itu bagian dari kegiatan belajar-mengajar,” ungkap Sudarwati.

Hasil wawancara dengan pihak SMP Negeri 4 Sindang diketahui bahwa terdapat 304 siswa kelas 9 yang diminta penggalangan dana guna kegiatan perpisahan. Kemudian pihak sekolah melalui komite menentukan jumlah sebesar Rp 600.000 yang harus dibayar oleh orangtua siswa. Lalu hasil dari penggalangan dana untuk kegiatan perpisahan disimpan oleh pihak sekolah. (Sanaji)