Beranda Daerah Rp5,2 Triliun Mengendap, Bupati Bogor Sentil SKPD

Rp5,2 Triliun Mengendap, Bupati Bogor Sentil SKPD

Modusinvestigasi.Online, Bogor – Bupati Bogor, Ade Yasin mulai jengkel dengan lambannya serapan belanja daerah Kabupaten Bogor tahun ini. Memasuki semester I 2021, dari target belanja daerah Rp7,6 triliun baru terpakai sekitar 24 persen.

Ade pun meminta seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) muli meningkatkan realisasi penggunaan APBD 2021, terutama percepatan realisasi program strategis di Bumi Tegar Beriman.

“Sesuai arahan Pak Presiden, bahwa realisasi belanja daerah harus dimaksimalkan. Karena dengan berputarnya uang negara, bisa ikut menggerakkan perekonomian juga,” kata Ade Yasin, Selasa (15/6).

Kata dia, SKPD haru belajar dari tahun lalu. Pasalnya, rendahnya serapan anggaran hampir terjadi setiap tahun, di mana pencairan menumpuk pada akhir tahun anggaran.

“Meskipun pada akhirnya serapan maksimal, tapi kan di akhir tahun. Tapi saya juga ingin realisasi programnya yang digenjot supaya lebih cepat,” tegas politisi PPP itu.

Harapan Ade, cukup masuk akal. Melihat data pelelangan program, terutama pekerjaan konstruksi, memiliki nilai fantastis. Meskipun, untuk bisa terserap memerlukan proses hingga akhir tahun anggaran.

“Ya mudah-mudahan, lelangnya lancar-lancar saja. Karena waktu juga tinggal enam bulan lagi. Jadi dari perencanaannya SKPD juga harus sudah matang sebelum masuk ke lelang,” katanya.

Dihimpun dari Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, hingga Senin, 14 Juni 2021 total 188 paket pekerjaan yang masuk dengan jumlah pagu anggaran sekitar Rp908,5 miliar.

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Kabupaten Bogor, Bambam Setia Aji menjelaskan, dari 188 paket itu, 86 di antaranya dengan nilai sekitar Rp350,8 miliar telah selesai dilelang.

Sementara itu, masih ada 56 paket dengan nilai sekitar Rp282,6 miliar dalam proses pelelangan dan 46 paket dalam masa persiapan untuk ditayangkan di laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) dengan nilai sekitar Rp276 miliar.

“Data itu tadi termasuk pengadaan barang, konstruksi, jasa konsultasi dan jasa lainnya. Data ini juga dinamis. Karena SKPD juga masih akan terus memasukkan dokumen permohonan lelang,” kata Bambam.

(Veronica)

Artikulli paraprakBandung Raya Siaga Satu Corona
Artikulli tjetërBupati TuBaBar Beri Sambutan di Acara Pelantikan Pengurus KONI

Terima kasih atas Koemntar Anda. Ikuti terus kontens portal ini.