Gropyokan tikus di lahan persawahan milik petani di Desa Malangsari kecamatan Bangodua Kabupaten Indramayu, Selasa (8/8/2023)

INDRAMAYU (Pelitaindo.news) – Kabupaten Indramayu terkenal sebagai penyumbang komoditas padi terbesar di Jawa Barat dan bahkan nasional. Salah satu upaya untuk menjaga dan meningkatkan hasil panen padi tersebut dilakukan dengan penanganan organisme penghambat produktivitas padi.

Musim tanam padi untuk wilayah Kecamatan Bangodua saat ini sudah mendekati angka 100 persen. Hampir seluruh areal sawah di kecamatan Bangodua kini sudah ditanami padi.

Berharap dapat meningkatkan produksi padi di wilayahnya, Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Bangodua berusaha memaksimalkan segenap upaya termasuk pengendalian organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Seperti halnya yang dilaksanakan pada Selasa (8/8/2023), Pemcam Bangodua melaksanakan gropyokan tikus di lahan persawahan milik petani di Desa Malangsari kecamatan Bangodua Kabupaten Indramayu.

Pelaksanaan gropyokan tikus tersebut dipimpin langsung oleh Camat Bangodua H. Raden Mas Wahyu Adhiwijaya, S.STP., M.Si., bersama dengan Kelompok Tani (Poktan) Desa Malangsari. Selain itu turut pula Kasi Trantibum, Babinsa, Babinkamtibmas, Ahmad Zaenal Fudzoli (Ka Koordinator BPP) dan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Pertanian juga ikut serta, sebagai bentuk dukungan dalam meningkatkan ketahanan pangan Kabupaten Indramayu, khususnya di Kecamatan Bangodua.

Dikatakan Camat Bangodua H. Raden Mas Wahyu Adhiwijaya, S.STP., M.Si., kegiatan gropyokan tikus tersebut dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi penyebaran tikus.

“Gropyokan tikus ini adalah salah satu solusi untuk mengurangi persebaran tikus yang kerap kali merusak tanaman padi,” katanya.

Selain itu Kepala Koordinator BPP Kecamatan Bangodua Ahmad Zaenal Fudzoli menyarankan para petani agar kompak dan bergotong royong saat menyambut musim tanam pertama, musim tanam kedua dan ketiga dengan meningkatkan kegiatan gropyokan secara rutin oleh petani/kelompok tani.

“Kami bersama pemerintah Kecamatan Bangodua akan terus memonitoring kegiatan para petani dalam pelaksanan musim tanam kedua di tahun ini, apalagi musim kemarau yang tak maksimal sehingga hama seperti tikus, belalang dan yang lainnya cendrung akan lebih banyak pada musim tanam padi,” sambungnya.

Sementara itu di lapangan, para petani atau kelompok tani beramai-ramai membawa tongkat kayu untuk memukul tikus-tikus yang berhamburan keluar setelah lubang tikus ditaburi bubuk yang dicampur dengan belerang dan dedak halus.

Dengan kegiatan gropyokan tersebut diharapkan benar-benar dapat memberikan manfaat bagi petani, dan mampu mengurangi jumlah populasi tikus-tikus yang ada di area persawahan, khususnya di Kecamatan Bangodua, sehingga petani mendapatkan hasil panen sesuai dengan yang diharapkan.

“Dengan meningkatnya hasil panen padi, diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup para petani yang berujung pada meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia yang mendukung terwujudnya Indramayu Bermartabat,” pungkasnya. (Prapto/Herman Tongol)