JAKARTA – Yana Mulyana selaku Wali Kota Bandung terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terkait dugaan suap program Bandung Smart City.

Berdasarkan keterangan KPK, Yana diduga menerima hadiah terkait janji penyelenggara negara dalam pengadaan barang jasa berupa CCTV dan jaringan internet.

Melansir situs resmi Kota Bandung, ide Smart City di Bandung dicetuskan Ridwan Kamil (RK) saat masih menjabat sebagai Wali Kota Bandung 2016 silam. Konsep ini bertujuan mempermudah warga dengan dukungan konektivitas tinggi dan pemanfaatan teknologi informasi.

Bandung Smart City merupakan kota yang berfungsi secara maksimal dalam mengelola berbagai sumber daya kota secara efektif dan efisien.

Bandung Smart City diharapkan membantu warga untuk mengetahui tingkat kemacetan, lokasi (taman kota) yang memiliki wifi, penataan angkot, pengelolaan sampah dan daerah wisata.

Terdapat enam klaster layanan utama yakni Smart Governance, Smart Branding, Smart Economy, Smart Living, Smart Society, dan Smart Environment.

Saat ini, Bandung Smart City dapat diakses melalui laman https://smartcity.bandung.go.id.

Bandung Smart City juga sempat menyabet penghargaan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI dan kementerian terkait sebagai pelaksanaan program Smart City terbaik kategori Smart Governance pada Desember 2022 lalu.

Informasi lebih lanjut, masyarakat dapat mendaftar dan mengakses 14 fitur menu yang tersedia, di antaranya informasi soal pelayanan masyarakat yang meliputi enam layanan utama mereka.

Ada pula informasi terkait CCTV, laporan masyarakat, open data, PPID, harga pangan, kamar rumah sakit, informasi stok darah, events, hingga chatbox.

Masyarakat juga diberikan akses untuk mempermudah saat mengurusi perizinan untuk mendirikan bangunan, kependudukan yang meliputi pembuatan KTP, pelayanan pajak hingga pelayanan gawat darurat.

Masyarakat Bandung juga bisa bergabung dengan Badami Bandung Smart City Forum untuk saling berbagi informasi dan inovasi program-program di Kota Kembang itu.