Beranda Nasional Geplak Indramayu Santuni Warga Cidempet, Rumah Ambruk Diterpa Angin Kencang

Geplak Indramayu Santuni Warga Cidempet, Rumah Ambruk Diterpa Angin Kencang

8

BANDUNG (Pelitaindonews) – Organisasi Gerakan Pers Lurus Akurat Kritis (Geplak) Kabupaten Indramayu sigap memberikan santunan berupa uang tunai kepada Bapak Tamas, warga Desa Cidempet Blok Kebun Pring RT 01 RW 01, Kecamatan Arahan, Sabtu siang (14/02/2026).

Bantuan tersebut diserahkan setelah rumah sederhana milik Bapak Tamas ambruk akibat diterpa angin kencang beberapa hari lalu.
Ketua Geplak, Ali Zaidan, menegaskan bahwa organisasi gabungan wartawan ini hadir untuk menjembatani aspirasi masyarakat.

“Kami dari Geplak adalah gabungan wartawan yang ada di Indramayu. Meski baru terbentuk, kami akan terus bergerak cepat menyambung suara rakyat ke pihak berwenang. Untuk kasus Bapak Tamas ini, kami menyerahkan bantuan uang tunai sebagai bentuk kepedulian awal. Kami juga menekankan kepada Dinas Sosial, Diskimrum, dan pihak terkait lainnya agar segera memberikan perhatian serius, termasuk rehabilitasi rumah layak huni bagi warga rentan seperti beliau,” tegas Ali saat menyerahkan bantuan di lokasi kejadian.

Bapak Tamas yang tinggal bersama seorang cucu yatim piatu mengisahkan kondisi rumahnya yang sudah lama memprihatinkan.
“Rumah saya ini sudah dua tahun kondisinya reot parah, roboh sana-sini. Memang tahun kemarin ada petugas dari dinas yang datang melihat dan mencatat kondisi rumah saya. Tapi sampai sekarang belum ada bantuan nyata, hingga akhirnya rumah ambruk diterpa angin. Apalagi umur saya sudah renta, jelas tidak bisa berbuat apa-apa sendiri. Saya hanya bisa menghidupi satu cucu yatim piatu ini dengan susah payah,” tuturnya dengan suara bergetar kepada awak media.

Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler, Kuwu Cidempet, Mahfudin, sedang mengikuti kegiatan di luar daerah dan belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut.

Sekretaris Jenderal Geplak, Endri Yuza, menambahkan bahwa bantuan tersebut melibatkan donatur internal dan program kerja organisasi.

“Kami dari Geplak memang baru seperti umur setamat jagung, tapi sesuai moto kami ‘Gerakan, Pers, Lurus, Akurat, Kritis’, kami akan terus bergerak. Bantuan uang tunai untuk Bapak Tamas ini murni dari donatur internal Geplak dan dukungan awal dari mitra. Ke depan, program kerja kami mencakup advokasi bantuan sosial rutin, koordinasi dengan instansi seperti Dinsos untuk program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), serta monitoring donasi dari swasta agar tepat sasaran. Kami ingin jadi jembatan antara rakyat dan pemerintah,” pungkas Endri.

Peristiwa ini kembali menggarisbawahi urgensi penanganan rumah tidak layak huni di wilayah pedesaan, sekaligus menunjukkan peran aktif organisasi masyarakat dalam mengawal dan memperjuangkan bantuan sosial agar tepat sasaran. (Sn)

Terima kasih atas Koemntar Anda. Ikuti terus kontens portal ini.