BANDUNG (Pelitaindo) – Menyusul beredarnya isu dugaan pencemaran limbah cair industri Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di anak Sungai Cikacembang yang diduga berasal dari aktivitas PT Kartika Aurora Textile, pihak manajemen perusahaan akhirnya menyampaikan klarifikasi resmi kepada awak media, Kamis (15/1/2026).
Klarifikasi tersebut disampaikan oleh Kepala Bagian General Affair (GA) PT Kartika Aurora Textile, Aden Ivan, didampingi Agus, kepada media. Pihak perusahaan menegaskan bahwa seluruh proses pengelolaan limbah cair telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Seluruh limbah cair yang dihasilkan perusahaan telah diolah melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan prosedur yang cermat dan terukur,” ujar Aden.
Ia menjelaskan, pengolahan limbah dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari proses kimia, fisika, hingga biologi. Setiap tahapan dijalankan secara sistematis untuk memastikan hasil akhir memenuhi baku mutu lingkungan.
“Setelah melalui proses kimia, fisika, dan biologi, hasil pengolahan dapat dilihat pada titik outlet atau titik penaatan. Di titik tersebut, kami secara rutin melakukan pemantauan berbagai parameter sebagai bentuk kepatuhan terhadap baku mutu lingkungan yang ditetapkan,” jelasnya.
Aden juga menambahkan bahwa di area pengolahan limbah terdapat ikan yang dapat hidup dan berkembang dengan baik. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa air limbah hasil pengolahan IPAL berada dalam kondisi layak sebelum dialirkan ke badan air penerima.
“Keberadaan ikan yang hidup sehat di area IPAL menunjukkan bahwa air limbah hasil pengolahan telah memenuhi standar lingkungan,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen PT Kartika Aurora Textile untuk menjalankan kegiatan operasional secara bertanggung jawab dan ramah lingkungan. Perusahaan, kata dia, juga secara rutin melakukan pemantauan serta evaluasi terhadap sistem pengolahan limbah.
“Kami terbuka terhadap pengawasan dari instansi terkait dan siap berkoordinasi dengan masyarakat demi menjaga kelestarian lingkungan,” pungkasnya.
(Red)






















