JAKARTA (Pelitaindonews) – Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bidang Penelitian dan Pengembangan, Dedek Prayudi, menilai maraknya isu yang kembali menyudutkan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) merupakan bagian dari gerakan sistematis dan terorganisasi.
Hal tersebut disampaikan Dedek saat menanggapi berbagai isu liar yang belakangan kembali menyerang Jokowi. Menurutnya, serangan tersebut tidak bersifat sporadis, melainkan dikendalikan oleh pihak-pihak tertentu dengan tujuan menjatuhkan citra Jokowi di ruang publik.
“Fitnah terbaru terhadap Pak Jokowi memperlihatkan bahwa ini adalah gerakan yang sistematis. Fitnah bertubi-tubi melalui berbagai isu menunjukkan adanya orang besar yang mengorkestrasi serangan ini,” ujar Dedek dalam keterangan persnya, Senin (26/1).
Dedek juga menanggapi pernyataan pakar hukum tata negara Refly Harun yang mengklaim bahwa Eggi Sudjana pernah ditawari proyek bernilai triliunan rupiah jika bersedia meminta maaf kepada Jokowi.
Isu tersebut dikaitkan dengan kasus hukum yang menjerat Eggi Sudjana bersama Damai Hari Lubis, terkait dugaan fitnah, pencemaran nama baik, serta penghasutan terhadap Presiden Jokowi.
Menanggapi klaim tersebut, Dedek meminta Refly Harun untuk lebih fokus menjalankan perannya sebagai kuasa hukum dan tidak memperkeruh suasana dengan manuver politik yang dinilainya tidak berdasar.
“Sebaiknya Pak Refly fokus saja pada proses hukum yang sedang dihadapi kliennya dan tidak menambah fitnah baru terhadap Pak Jokowi. Kurangi akrobat politik,” tegas Dedek.
(Red)






















