Beranda Daerah Jalur Puncak II Kapan Dibangun?

Jalur Puncak II Kapan Dibangun?

Bupati Cianjur, Herman Suherman

Modusinvestigasi.Online,  CIANJUR – Jalur Puncak sudah menjadi jalan primadona bagi masyarakat yang akan melintas maupun berlibur. Kemacetan seakan sudah tak asing bagi masyarakat sekitar maupun pengguna jalan yang dibangun sejak zaman kolonial Belanda itu.

Saat ini, berbagai pihak menginginkan solusi dari permasalahan kemacetan yang tidak hanya terjadi di akhir pekan saja, namun pada hari kerja kerap terjadi kemacetan yang cukup mengular.

Bahkan, kedua pimpinan daerah yakni Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bogor beserta Komisi V DPR RI sudah melakukan pertemuan guna membahas pembangunan Jalur Puncak II yang digadang-gadang menjadi jalan alternatif kedepannya.

Bupati Cianjur, Herman Suherman mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan perusahaan perkebunan di Batulawang dan saat ini tengah menanti surat dari pemerintah pusat untuk dimulai pembangunan Jalur Puncak II.

“Kita sudah berkomunikasi dengan PT MPM, tinggal relokasi tapi kita menunggu surat dulu dari pak menteri,” singkatnya.

Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno mengungkapkan, Puncak II menjadi sangat instrumental, tidak hanya karena jalur utama Puncak yang kerap terjadi kemacetan di akhir pekan, namun kemacetan hampir setiap hari terjadi.

Selain menjadi jalan yang memberikan solusi kemacetan, Puncak II bisa menjadi salah satu pendorong ekonomi daerah baik di bidang UMKM maupun wisata. Sehingga, menurut Kang Eddy, sapaannya, sangat patut untuk dibangun.

“Saat ini, saya akan mengimbau kepada Fraksi PAN yang ada di Komisi V DPR RI untuk merealisasikan pembangunan Jalur Puncak II, meskipun anggaran tengah ketat dari pemerintah. Namun jika berbicara mengenai investasi di bidang infrastruktur dengan potensi ekonomi yang luar biasa, hal tersebut sangat patut untuk diperjuangkan,” paparnya.

Seperti diketahui, kemacetan Jalur Puncak sudah cukup membuat sejumlah pihak terlebih masyarakat terkuras dari waktu hingga tenaga. Bukan waktu yang singkat, namun berjam-jam terjebak kemacetan sering dikeluhkan. Sehingga masyarakat berharap peran serta pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan tersebut.

(Veronica)

Tinggalkan Balasan